9 April 2012

LinkedIn - Memudahkan Proses Pencarian Kerja

Dalam era globalisasi dunia yang semakin meningkat maka persaingan dalam mencari kerja pun akan semakin ketat dan sulit. Oleh karena itu Reid Hoffman dan rekan pada Desember 2002 membuat situs LinkedIn. Pendiri dari perusahaan ini adalah seorang Jeff Weiner yang dulunya adalah seorang eksekutif di perusahaan Yahoo. Secara keseluruhan website

Sebagian orang mengatakan bahwa jejaring profesional ini merupakan tempat untuk ajang pamer jabatan, tetapi hal itu tidaklah benar. Para head hunter memilih cara yang lebih efisien untuk mencari kepala-kepala emas tersebut. Tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk membuka lowongan di berbagai macam iklan lowongan seperti pada koran, situs online, maupun acara bursa lowongan kerja. Walaupun account untuk para head hunter itu biasanya berbayar, karena mereka tidak ingin para pelamar mengetahui bahwa mereka telah melihat LinkedIn milik kita.

Kedua hal ini merupakan hubungan dalam simbol mutualisme yaitu saling menguntungkan, si pencari kepala dan si pencari pekerjaan. Cukup dengan mempermanis tampilan linkedin dengan berbagai macam prestasi baik akademik maupun non akademik (untuk fresh graduate, lalu bagi yang berpengalaman tulislah proyek yang telah kalian capai lalu invite dimulai dari rekan-rekan saat kalian sekolah maupun bagian recruitment untuk melihat profile kalian.
Bahkan seorang office boy dan sales promotion mempunyai linkedIn, ini adalah bukti bahwa memang kecanggihan membawa kepada sesuatu yang simpel.

Tidak ada salahnya mencoba, siapa yang bisa menjamin apakah kita akan bisa mendapat pekerjaan yang bagus atau tidak? itu semua berasal dari diri kita sendiri, seberapa besar kita berusaha dan seberapa banyak perjuangan yang telah kita lakukan. Maka percayalah kalian akan mendapatkan sesuatu yang tidak sia-sia. Seperti perkataan dari seorang tokoh kebanggan Indonesia "Apa yang kalian berikan untuk negara itu yang kalian dapatkan" Bapak Soekarno.
Share:

0 comments :

Posting Komentar