9 Januari 2018

Hidup dan Rasa di Dalamnya

Hanya melalui jari jemari ini kemurnian bisa disalurkan. Karena lidah ini terlalu luwes menari dan mencari celah untuk menutupi rasa asam dan pahit. Bibir ini juga terlalu terbiasa untuk menyunggingkan lukisan tipis akan sebuah keindahan yang didambakan setiap manusia.

Hidup telah memberikan gw aspartam, sampai gw nyaris dibuat buta karena efek samping dari manis yang semu dan menyisakan after taste yang pahit. 

Hidup selalu menyadarkan gw untuk jangan pernah menggantungkan harapan kepada manusia. Karena tidak ada hal yang nyata dari manusia, makhluk hidup yang paling tidak nyata dan paling tidak hidup.

Hidup mengajarkan gw untuk jangan pernah (atau jangan pernah lagi jika sudah mencicipinya) membuat ekspektasi terhadap manusia. Karena manusia dan segala keinginan serta impiannya itu adalah hal yang paling semu.

Hidup gw tidak pahit tetapi gw bisa memahami kepahitan yang sudah mengendap di masa lampau dan juga kebahagiaan yang menjadi pendamping di dalamnya.

Hidup memberikan gw pemahaman bahwa sumber kebahagian kita tidak berasal dari manusia lain, tetapi dari diri kita sendiri. Karena memang sudah terbukti kebenarannya bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicari melainkan hanya bisa diciptakan oleh kita, sebagai makhluk hidup yang berpikir dan beradab.

Hidup membuat gw selalu berpikir (yaiyalah mati dong gw kalo gak mikir) kenapa hidup ini harus kita jalani. Jika hidup ini bukanlah sebuah kehidupan yang lo inginkan ataupun lo pilih dan impikan, kenapa masih tetap harus dijalani? Karena gw percaya hidup ini adalah ujiannya. Gw tetap percaya akan ada setitik kebahagian semu lainnya di ujung sana. Istilah kerennya sih live the life to the fullestToh mau sebahagia atau semerana apapun semuanya akan berakhir pada waktunya kan. Jadi jalani saja. 

Hati manusia adalah hal yang paling rapuh di dunia ini. Lebih rapuh dari dedaunan kering yang sudah berguguran di pinggir jalan. 
Hati manusia juga yang paling kuat di dunia ini. Lebih kuat dari sebuah tiang pancang paku bumi dalam sebuah konstruksi jalan layang. Jadi, hati-hati dengan hati.

Jangan bermain api jika tidak mau terbakar dan jangan bermain angin jika hanya ingin merasakan kesejukan.

Sesantai-santai nya gw sebagai manusia, tetap saja gw bukanlah robot yang gak punya perasaan. Gw hidup ya pastinya pakai otak (yang kadang gak kepake) dan hati (yang selalu kepake). Setiap manusia ingin dihargai ataupun mendapatkan respect dari manusia lain. Jadi gimana kalau kita belajar untuk menghargai manusia lain dulu, baru manusia lain akan menghargai kita, karena itu semua adalah hukum alam. 

Kebahagian dan kesedihan itu semuanya berada di jalan yang sama dan dipisahkan hanya oleh sebuah garis ilusi yang sangat tipis. Jadi berhati-hatilah dalam menjaga ilusi tersebut.

Kalau kata 9gag sih, "If life give you a lemon, just make a lemon cake and throw it to their face."




...and if your gift is to make people feel something, do not cover that in apology. DO NOT LIE to accommodate others fear of feeling something
-Nayyirah Waheed-




I am not here to live a life where comfort takes precedence over complacency and ignorance.
-Shailene Woodley-




Share:

2 komentar :