November 21, 2012

Upah Minimum Provinsi

Halo! Cukup lama Saya tidak memposting apapun dalam catatan digital ini, alibinya karena kesibukan yang cukup menyita waktu dan merasa tidak mendapatkan inspirasi apapun untuk diceritakan. Yang pertama topik yang cukup menarik untuk dibahas mengenai sesuatu yang saat ini sedang menjadi trending topic yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP). Saya pribadi mendengar kabar ini seperti merasakan semilir angin di tepi pantai menghempas wajah dan tubuh Saya, segar! Tuntutan ini ternyata menimbulakan efek domino, beruntun! Dikarenakan tuntuan buruh pada beberapa pekan lalu berupa kenaikan UMP sebesar 25-30%, yang tadinya sekitar Rp 1.500.000 menjadi Rp 2.200.000. Hal ini dirasa akan merugikan banyak pihak terutama pengusaha. Ya, orang-orang yang kekayaannya memang tidak akan habis dimakan tujuh turunan.
Share:

April 9, 2012

LinkedIn - Memudahkan Proses Pencarian Kerja

Dalam era globalisasi dunia yang semakin meningkat maka persaingan dalam mencari kerja pun akan semakin ketat dan sulit. Oleh karena itu Reid Hoffman dan rekan pada Desember 2002 membuat situs LinkedIn. Pendiri dari perusahaan ini adalah seorang Jeff Weiner yang dulunya adalah seorang eksekutif di perusahaan Yahoo. Secara keseluruhan website

Sebagian orang mengatakan bahwa jejaring profesional ini merupakan tempat untuk ajang pamer jabatan, tetapi hal itu tidaklah benar. Para head hunter memilih cara yang lebih efisien untuk mencari kepala-kepala emas tersebut. Tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk membuka lowongan di berbagai macam iklan lowongan seperti pada koran, situs online, maupun acara bursa lowongan kerja. Walaupun account untuk para head hunter itu biasanya berbayar, karena mereka tidak ingin para pelamar mengetahui bahwa mereka telah melihat LinkedIn milik kita.
Share:

March 13, 2012

Bursa Kerja: Ladang Emas Pencari Emas

Kamis (8/3), Universitas Indonesia (UI)-Depok mengadakan "UI Career and Schoolarship Expo XIII". Sebanyak 34 perusahaan dan 10 Universitas sudah siap menyambut pencari emas dan pencari ilmu .(list lengkap perusahaan dan universitas bisa dilihat di http://cdc.ui.ac.id/expo/). Sejak pukul 09.00 peserta sudah mulai memadati balairung UI dengan sebelumnya memberikan uang Rp 30.000 di pintu masuk dan menukarkannya dengan tiket beserta stempel di tangan. Rata-rata stand untuk melamar kerja lebih ramai daripada untuk mencari beasiswa kuliah. Lebih banyak orang yang ingin bekerja,mereka bersaing dengan ribuan orang dalam satu perusahaan yang sama. Bisa dibilang untung-untungan jika cepat dipanggil, karena bisa juga baru sebulan atau dua bulan setelahnya.

(Suasana UI Career and Schoolarship Expo XIII, foto: M. Iqbal Ichsan)

Ada dua sistem yang digunakan untuk melamar, yaitu memberikan CV hardcopy beserta data pendukung lainnya dan apply online melalui jobstreet.com. Beruntung bagi mereka yang sudah memiliki account dan memperbaharui data sebelumnya, karena bagi yang belum harus mengantri panjang di booth yang telah disediakan panitia. Sempat meragukan kenapa harus melalui jobstreet? bukankah itu sama saja dengan Saya apply dari rumah? Mungkin ada beberapa poin tambahan yang membedakan. Seperti ditulis keterangan bahwa ini adalah pesera di bursa kerja UI.

(Booth untuk registrasi dan update account jobstreet.com, foto: M. Iqbal Ichsan)
Share:

February 2, 2012

Perjalanan ke-23

Bertepatan dengan 23 tahun aku menikmati indahnya dunia, warga tionghoa juga merayakan tahun baru mereka yang mungkin saja juga indah. Tahun baru imlek atau juga bisa disebut gong xi fat choi. Pada tahun 2012 perayaan mereka sudah berlangsung sejak tanggal 22 Januari, meskipun tanggal merah di kalender nasional jatuh pada tanggal 23 Januari.

Kami pergi berlima ke daerah Tangerang, tepatnya ke Vihara Tanjung Kait, Mauk. Namun karena hari masih siang dan vihara juga sepi, mungkin karena letaknya bukan di tengah kota, kami memutuskan untuk pergi ke Pantai dekat sana. Sesampainya di pantai itu, teman Saya pun kaget karena yang ada di pikirannya adalah sebuah pantai dengan hamparan pasir putih, ternyata itu adalah pantai untuk para nelayan berlabuh. Pantainya bukan untuk turis, tidal terlalu bersih tetapi cukup memanjakan mata.



Share:

January 14, 2012

Kematian, Bisakah Menjadi Indah?

Kematian itu pertanda.
Pertanda hidup itu terbatas, tidak kekal dan kita tidak berkuasa mengaturnya.
Kematian itu duka.
Duka bagi yang ditinggalkan, yang diberikan kenangan oleh yang meninggalkan.
Kematian itu perpisahan.
Tidak akan pernah bisa ditemui, hanya ada di hati dan hanya bisa menatap sebongkah batu nisan.
Kematian itu indah...

Akhir-akhir ini Saya merasa sering diikuti oleh kematian. Banyaknya orang di sekitar Saya yang menemui ajalnya lebih cepat, membuat Saya sangat takut kehilangan orang-orang yang sangat dekat.
Perasaan seperti itu selalu menghampiri setiap pergi melayat.
Apa yang akan terjadi sama Saya kalau sampai hal ini terjadi?
Tidak kuat.
Share:

December 30, 2011

Singapore is a Fine City

Ambigu sekali kalimat itu. Bisa fine yang berarti baik--bagus atau fine yang berarti membayar denda. Slogan ini banyak terdapat di kaos oblong, gelas atau topi yang biasa dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh. Bisa jadi kedua kalimat itu benar maknanya, karena menurut saya negara ini sangat baik dari segi tata kota dan kebersihan, mereka juga menerapkan sistem denda untuk setiap pelanggaran yang dilakukan oleh penduduk maupun wisatawan. Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa kota ini menjadi serba teratur.

Membawa durian ke dalam kereta atau Mass Rapid Transportation (MRT) diwajibkan membayar denda sebesar 500 SGD, makan atau minum di dalam kereta juga dikenakan denda. Melanggar peraturan lalu lintas juga dendanya tidak main-main. Hampir di setiap lampu lalu lintasnya memiliki CCTV, jadi jika ada mobil yang melanggar, walaupun hanya batas kecepatan, siap-siap saja surat tilang akan segera menyambut anda di rumah. Bisa dikatakan negara ini tidak menganut sistem "peraturan dibuat untuk dilanggar". Walaupun memang ada sebagian kecil yang kecolongan melanggar.

Di stasiun kereta juga ada banyak sekali CCTV, jadi boleh saja masyarakatnya merasa aman dari tindakan kriminal. Saya sendiri sudah mencoba naik kereta dengan tas tidak direstling danjuga tidak dipeluk di depan (gaya naik kendaraan umum di kotaku), terbukti alhamdulillah tidak ada yang hilang. Kalau di kotaku naik kereta dengan pose tas sudah dipeluk masih bisa saja dijambret.
Kalau seperti ini apa yang bisa dikoreksi ya? masyarakat kita yang sudah terlalu miskin, tidak bermoral, kurang pendidikan atau kurang perhatian?

Ya sudahlah buat apa dipikirkan jika tidak ada pergerakan untuk perbaikan.
Begini saja, lebih baik Saya share beberapa gambar situasi di negara singapura.

Ini adalah suasana stasiun kereta dan di dalam kereta
Suasana stasiun bawah tanah MRT 27/11. Pada saat akhir pekan dan golden peak memang cukup ramai kondisinya, tetapi semua masih serba teratur.

Para penumpang menunggu kedatangan MRT dengan tertib.
Share:

December 14, 2011

Cerita Di Balik Situ Gintung

Banyak kabar menyeruak bahwa kawasan Situ Gintung banyak dijadikan ajang kontak jodoh oleh sebagian pengunjung, seperti pelajar sekolah, mahasiswa maupun pekerja. Kabar ini tidak asal-asalan dan juga tidak dari narasumber yang sembarangan. Bukti-bukti pun juga telah banyak ditemukan. Menyedihkan! Situ yang indah dijadikan tempat untuk hal yang bersifat dosa besar. Saya sendiri memang belum pernah melihat dengan mata sendiri, sulit untuk memercayainya kalu belum melihatnya sendiri.

Matahari nama samarannya, iya adalah salah seorang sukarelawan penjaga Danau Gintung. Ia memang banyak bercerita, terlalu banyak bercerita hal yang tidak indah. Dikatakan setiap malam minggu kawasan ini akan ramai sekali oleh pemuda-pemudi, dari sore hari, hingga Sang Surya tenggelam dan menampakkan dirinya kembali. Sayangnya bukan beramai-ramai mengerjakan hal positif, tetapi kebalikannya 360 derajat. Tidak berani Saya mengungkapkannya secara vulgar apalagi belum ada bukti atau fakta yang kuat.

Apakah kalian ingat bahwa dulu pernah digosipkan tanggul ini muntah karena banyak dipakai sebagai lokasi bermesraan. Diumpamakan tanggul ini marah dan ingin memberi pelajaran. Tetapi bukankah hal ini terlalu mengada-ada? Matahari menyatakan kalau hal itu adalah benar, karena keesokan paginya iya suka menemukan sampah-sampah berupa alat kontrasepsi bekas pakai. Bayangkan saja apa yang pengurus itu rasakan melihat hal ini, seperti dilemparkan kotoran ke mukanya.
Share:

December 13, 2011

Situ Gintung Riwayatmu Kini #2

Selasa, 13 Desember 2011 Saya kembali mengunjungi Situ Gintung di wilayah Tangerang Selatan. Ingin melihat rupanya yang seharusnya rupawan setelah beberapa bulan berlalu. Indah atau menyedihkan? beda-beda tipis. Kawasan tersebut telah selesai direnovasi dan tanggul sudah kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Saya meniti langkah dari jalanan baru dekat kampus STIE Ahmad Dahlan, pertama kali mata ini melihat, hati menjadi tertoreh. Sampah berserakan dimana-mana. Ilalang tumbuh tidak terawat di sepanjang jalan. Di dalam saluran aliran air juga banyak dihuni oleh sampah dan ilalang. Padahal papan peringatan sudah dipasang dengan anggun tetapi tidak diindahkan.

-Papan larangan yang tidak diindahkan-

-Aliran air dari tanggul situ Gintung-

Gambar di atas merupakan aliran air dari tanggul, jika ketinggian air sudah melampui batas maka pintu tanggul akan dibuka dan dialiri ke selokan besar tersebut. Saat ini karena tidak diisi air maka selokan itu dihuni oleh sampah-sampah dan tanaman liar. Di sepanjang jalan juga tanaman ilalang liar tumbuh menjalar dengan ketinggian yang tidak wajar, tampaknya akan lebih indah jika ditanami oleh bunga-bunga cantik.

-Ilalalang besar dipelihara sepanjang jalanan menuju tanggul-
Share:

November 28, 2011

Jakarta Chaos -Part 1-

Menjelang pergantian malam tahun baru etnis Tiong Hoa, dirasakan situasi di Jakarta sangat chaos. Entah situuasi ini sudah biasa dialami warga Jakarta atau karena ini memang malam tahun baru. “Rasanya macetnya lebih parah dari biasa, udah mengantri setengah jam transjakarta belum datang juga,” batin Alinka mengucap. Ia adalah seorang karyawati yang baru saja menjamah daerah Roxy Mas, Jakarta Barat. “Rasanya ga sanggup deh tiap hari kaya gini terus,” keluh Alinka dalam hatinya lagi. Hujan angin turut meramaikan malam tahun baru itu, yang dipercayakan membawa hoki bagi etnis tersebut.

Namun bukan hoki yang didapat seorang Bapak berumur sekitar 60 tahunan, melainkan kebalikannya. Alinka terus saja memperhatikan bapak yang sedang mengantri di depannya, ternyata bapak tersebut terkena tampiasan air hujan saat mengantri bus tranjakarta di Jembatan sampai celananya basah kuyup. Baru pertama kali dirasakan Alinka antrian transjakarta menuju halte Lebak Bulus sepanjang ini, sampai memadati jembatan menuju jalur penyebrangan.
“Basah ya pak?” ucap alinka basa-basi terhadap bapak di depannya.
Lalu bapak itu menoleh, “ia nih nak, kok fasilitas dari pemerintah ga nyaman gini ya? Liat aja tuh atap jembatannya bocor, baju Bapak juga jadi basah.” Oalah ternyata bukan hanya celana bapak itu saja yang basah tapi juga kemejanya.
Perasaan kasihan melanda Alinka melihat bapak ini, dan ia pun mengajak bapak untuk menggeser tempat berdirinya, namun hasilnya Nihil. Setelah menunggu kurang lebih 45 menit di Halte Sumber Waras bapak itu mengajak Alinka untuk transit saja di Halte Harmoni.
“Nak, kita ke harmoni aja yuk disana bus nya kosong, pasti kita bisa langsung naik ga perlu ngantri lama kayak gini.”
Sebagai orang baru alinka menuruti saja ucapan bapak itu, karena dia sendiri juga merasakan bahwa setiap bus datang hanya terangkut 5-10 penumpang. Sedangkan antrian mencapai dua setengah meter.

Akhirnya tanpa berlama-lama kami sudah sampai di Harmoni.
“Waw antriannya panjang juga pak, sama aja nih,” kata Alinka. Bapak itu menimpali, “tenang aja nak bapak udah biasa naik transjakarta, sebentar lagi kita pasti bisa naik bus, kan busnya pada kosong.” “Semoga aja pak” balasnya sambil tersenyum.
“Waaah bisa tua di jalan nih kalo tiap hari kaya gini.” Alinka menyesali lokasi pekerjaan barunya yang sangat jauh. Ia jadi teringat telah menolak pekerjaan yang mirip dengan hobinya. Penyesalan ini disadari betul tidak ada gunanya lagi, “padahal kan enak cari berita di daerah Tangsel aja, ke kantor juga cuma seminggu sekali,” desah pikiran Alinka.
Untung saja ada Bapak baik hati yang mengajak Alinka mengusir rasa bosannya menunggu kedatangan transjakarta. Ia berpikir, “bapak ini kuat juga tiap hari mengantri Transjakarta berjam-jam, aku yang masih muda ga boleh kalah dong,” menyemangati dirinya sendiri.
Setengah jam telah berlalu dan transjakarta jurusan Lebak Bulus muncul juga, para penumpang berdesakan memasuki pintu bus. Bapak yang lebih tua itu malah membantu alinka yang masih muda ini menaiki bus. Akhirnya perempuan itu dan sang bapak berdua berdiri di dalam bus. Sebal sekali dia melihat para pemuda yang tidak mau memberikan tempat duduk kepada bapak yang sudah berumur ini. Mungkin memang seperti ini mental anak mudak zaman sekarang. "Kita semua juga pasti posisinya pasti sudah sama-sama capek tapi kasian kan bapak ini udah tua."

Jalanan malam itu sangat macet dan semrawut, perempuan berambut coklat lebat itu menjadi khawatir dengan apa yang diberitakan koran menjadi kenyataan, Jakarta akan lumpuh. Melonjaknya angka pertambahan penduduk menyebabkan Jakarta penuh sesak dan bertaransformasi menjadi kota kecil. Rasanya mau jalan kemana-mana pasti disambut dengan kemacetan.
Alinka jadi teringat dengan perkataan gubernur DKI Jakarta, katanya mau berantas kemacetan, mana? Katanya mau bikin MRT (Mass Rapid Transportation) kereta bawah tanah seperti yang dimiliki Singapura atau Shinkansen Jepang, tapi ga keliatan tuh progressnya. “Lagian Jakarta langganan Banjir aja mau bangun gituan segala, berantas dulu tuh banjir,” pikir Alinka sok tahu. Monorail yang mulai dibangun beberapa tahun silam sudah terbengkalai disepenjang jalan Asia Afrika, Senayan.

” Padahal kalau itu ada mungkin kita gak perlu macet-macetan tiap hari ya pak?” Tanya alinka kepada si bapak baik hati.
“Wah proyek itu udah ditinggalin gitu aja ya nak sama pihak berwenang.” Balas bapak itu.
“Kalau aja setiap jalan di Jakarta dibangun jalan layang kayak di kota Shanghai kita ga perlu selalu macet-macetan kaya gini ya kan.”
“Wah nak itu mah ntar dibangunnya kalau udah mau kiamat.” Canda si bapak berkacamata.
Akhirnya hal ini menjadi topik seru antara kedua orang asing yang tidak sengaja mengalami nasib yang sama dengan kemacetan.
Sang bapak juga tak kunjung mendapat tempat duduk, kasihan sudah 45 menit ia berdiri dan mereka belum juga mencapai halte yang ke-3.
Lalu di malam yang sangat ramai itu, tiba-tiba saja terdengar bunyi ledakan sangat keras dan disusul lampu bus padam, gelap total, semua orang berteriak histeris namun alinka tidak dapat mengeluarkan suaranya.
Share:

October 25, 2011

#7 Kahitna

-Soulmate-

ketika engkau datang
mengapa di saat ku
tak mungkin menggapaimu

*
meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa

**
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati

terkadang pintu surga
sukar dimengerti
semua ini kita terlambat


Lagu ini menurut gw pemilihan katanya sangat sederhana.
Tetapi menyentuh mereka yang punya hati.
Share: